Deretan singkatan di belakang nama Dr. Antakirana — CPBA, CPVA, PCC, hingga sertifikasi NLP dan meta-coaching — bisa terlihat seperti koleksi gelar semata. Tapi yang jarang terlihat dari deretan itu adalah satu benang merah: setiap sertifikasi dipilih untuk menjawab pertanyaan yang sama, bagaimana perilaku dan nilai seseorang benar-benar bisa diubah, bukan sekadar dimotivasi sesaat.

Empat industri sebelum menemukan satu fokus

Perjalanan profesional Dr. Antakirana dimulai dari latar belakang yang tidak biasa untuk seorang konsultan pengembangan SDM: gelar Sarjana Teknologi Informasi dari Universitas Bina Nusantara. Dari titik itu, kariernya justru melintasi empat industri yang berbeda — keuangan/asuransi, teknologi informasi, pendidikan, serta pelatihan dan konsultasi — sebelum akhirnya menetap di bidang pengembangan manusia dan organisasi.

Jejak kariernya menunjukkan pola menaik yang konsisten: Programme Manager di PT. Qando Qoaching (2006–2007), Senior Associate Trainer and Consultant (2007–2009), Training Performance Consultant di Miller Heiman Group (2009–2012), lalu Managing Partner divisi pelatihan di PT Jasa Cendekia Indonesia (2012–2019), sebelum akhirnya mendirikan dan memimpin sendiri PT. Komunika Cipta Performa sejak 2018. Pola ini bukan kebetulan — setiap perpindahan memperdalam satu keahlian yang sama: membaca perilaku dan nilai manusia dalam konteks kerja.

Latar belakang IT yang sistematis, dipadukan dengan pendidikan formal di bidang teknologi pembelajaran — kombinasi yang jarang dimiliki pelatih soft-skill kebanyakan.

Sertifikasi yang saling melengkapi, bukan sekadar koleksi

Gelar Magister Pendidikan (Teknologi Pendidikan) dari Universitas Pelita Harapan menjadi fondasi akademis bagi metode-metode yang ia kembangkan. Di atas itu, ia mengumpulkan sertifikasi internasional yang saling terkait: Certified Professional Behavior & Values Analyst (CPBA & CPVA) dari Target Training International, Professional Certified Coach (PCC) dari International Coaching Federation, Certified Master Practitioner Neuro-Semantics NLP, Certified Masteries Practitioner dari International Association of Coaching, hingga Certified Trainer of Points of You dan Associate Certified Meta-Coach.

Kombinasi ini penting karena masing-masing sertifikasi menyasar lapisan berbeda dari perubahan perilaku manusia — dari analisis perilaku dan nilai (CPBA/CPVA), pendampingan reflektif (coaching ICF), hingga pola pikir bawah sadar (NLP dan meta-coaching). Sedikit konsultan yang menguasai keempat lapisan itu sekaligus, alih-alih hanya mengandalkan satu kerangka pelatihan populer.

1999–2003
S1 Teknologi Informasi, Universitas Bina Nusantara
2010–2012
S2 Teknologi Pendidikan, Universitas Pelita Harapan
2024
S3 (Doktor), Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest

Riset doktoral yang menyatukan dua dunia

Bagian yang paling jarang diketahui dari rekam jejak Dr. Antakirana adalah jenjang pendidikan doktoralnya. Pada 2024, ia menyelesaikan disertasi berjudul "Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Nilai-nilai Organisasi terhadap Kinerja Pelayanan Misi di Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia" di Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest. Riset ini bukan sekadar pelengkap gelar — ia menyatukan dua dunia yang jarang bertemu dalam satu orang: ilmu kepemimpinan dan performa korporat di satu sisi, dan kepemimpinan pelayanan di organisasi kerohanian di sisi lain.

Pilihan topik ini konsisten dengan jalur hidupnya di luar dunia korporat — ia juga dikenal sebagai pengajar dan pembicara dalam konteks pelayanan gereja, selain menjalankan Yayasan Menorah Cipta Cemerlang. Perpaduan inilah yang membuat pendekatannya berbeda dari konsultan performa pada umumnya: kerangka kepemimpinan transformasional yang ia terapkan di ruang pelatihan korporat sudah pernah diuji secara akademis dalam konteks organisasi nirlaba dan pelayanan, bukan hanya diasumsikan berlaku universal.

Kenapa ini penting bagi calon peserta mentoring

Bagi siapa pun yang mempertimbangkan belajar dari seorang mentor, rekam jejak Dr. Antakirana menjawab pertanyaan yang jarang terpikirkan: apakah metode pengembangan SDM yang diajarkan sudah diuji lintas konteks, bukan hanya laris di ruang pelatihan korporat? Dengan pengalaman melatih staf hingga level direktur di perusahaan multinasional dan publik, dipadukan riset doktoral tentang kepemimpinan pelayanan, Dr. Antakirana menunjukkan kerangka yang sama bisa dipertanggungjawabkan baik secara bisnis maupun secara nilai.

Jejak singkat

1999
Memulai studi S1 Teknologi Informasi di Universitas Bina Nusantara.
2006
Menjabat Programme Manager di PT. Qando Qoaching, awal kariernya di dunia pelatihan.
2009
Menjadi Training Performance Consultant dan Sales Consultant di Miller Heiman Group.
2010
Menempuh S2 Teknologi Pendidikan di Universitas Pelita Harapan.
2012
Menjadi Managing Partner divisi pelatihan di PT Jasa Cendekia Indonesia; mendirikan ANTAKIRANA Learning & Development Center.
2018
Mendirikan dan memimpin PT. Komunika Cipta Performa sebagai Founder & CEO.
2024
Menyelesaikan program doktoral di Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest dengan riset kepemimpinan transformasional.